Latest Updates

CARA CEPAT MEMBESARKAN UDANG VANAME

Budidaya udang vaname tujuan utamnya adalah untuk mendapatkan hasil panen berupa udang dalam ukuran besar dan dalam waktu yang secepatnya. Hasil panen merupakan hasil kombinasi berbagai hal yang menentukan dalam proses budidaya, yaitu luas tambak, jumlah tebar, kualitas benur, pemberian pakan dan faktor lingkungan.


Faktor-faktor yang berpengaruh dalam budidaya udang dikatagorikan menjadi dua bidang, yaitu faktor internal berupa kualitas bibit, dan faktor eksternal berupa pengelolaan dan lingkungan. Faktor internal merupakan persoalan di tingkat pembibitan, dimana petambak hanya bisa menentukan dengan cara memilih kualitas bibit yang baik. Namun dalam kenyataannya, petambak belum bisa menentukan sehingga sifatnya hanya berdasarkan track record suatu pembibitan bukan kualitas dari tiap benur yang dihasilkan.
Oleh karena itu, petambak hendaknya memperhatikan faktor yang memang bisa dikendalikan, yaitu faktor pengelolaan, baik pengelolaan pakan, pengelolaan tambak.
  • Pengelolaan Pakan. Pakan merupakan faktor yang sangat penting, karena menentukan pertumbuhan dan penggemukan udang. Dua hal yang termasuk dalam faktor pakan, yaitu jumlah dan kualitas pakan. Jumlah pakan secara teknis adalah 3% dari berat biomass udang di tambak pada saat itu, namun dalam prakteknya ditentukan oleh kuat tidaknya kondumsi udang yang diukur dengan cek ancho. Kualitas pakan ditentukan oleh kandungan nutrisi yang ada di pakan. Untuk kehidupannya, udang memerlukan kandungan nutrisi tertentu dalam pakannya, khususnya dalam hal kandungan Proteinnya. Kualitas pakan ini ditentukan oleh bahan baku, proses produksi dan kualitas fisik pakan. Untuk menambah kandungan nutrisi pakan, kita gunakan Produk VITERNA, POC NASA dan HORMONIK yang terbukti sebagai suplemen nutrisi pakan organik. 
  • Pengelolaan Lingkungan. Lingkungan juga menentukan pertumbuhan udang, dengan kondisi dasar tambak dan air yang selalu bagus, udang akan hidup sehat dengan nafsu makan yang tinggi. Untuk menciptakan kondisi lingkungan tambak yang bagus di tanah dasar tambak dan airnya, kita gunakan PROBIOTIK TANGGUH dan Pupuk Organik TON. 
Kombinasi berbagai produk tersebut akan meningkatkan peluang keberhasilan budidaya udang vaname.Penggunaan Produk-produk di atas terbukti merupakan cara cepat membesarkan udang vaname.

DICARI INVESTOR TAMBAK UDANG

Tambak udang vaname hingga saat ini masih prospektif. Bagi Anda yang berminat investasi di budidaya udang vaname, ada tambak siap pakai yang bisa disewa atau jika berminat dibeli.
Lokasi ada di Kabupaten Muna Barat Provinsi Selawesi Tenggara. Keunggulan wilayah tersebut adalah perairan yang masih murni, jauh dari pencemaran karena bukan daerah Industri, tersedianya sarana produksi di Pulau Muna, dan akses pemasaran hasil budidaya yang baik.

Adapun Fasilitas yang tersedia adalah :
  1. Luas Tanah Hamparan 75 hektar.
  2. Petak tambak yang siap budidaya 23 petak.
  3. Pompa alkon  ukuran 10" sejumlah 6 unit.
  4. Pompa submersible (pompa tenggelam) ukuran 10" sejumlah 2 unit.
  5. Mesin Genset kapasitas 450 KPA sejumlah 3 unit.
  6. Kincir listrik merk Nanrong 140 unit.
  7. Ada gudang.
  8. Pengerasan jalan sampai lokasi.
  9. Jeingan Listrik PLN juga sudah masuk ke lokasi tambak
Berikut ini beberapa gambar lokasi tambak tersebut :


Konstruksi Tambak Sudah  Jadi


 Salah satu Genset


Jaringan Lokal Listrik dari Rumah Genset ke semua areal tambak


Central Drain di petakan tambak

Kincir kondisi masih bagus



instalasi pipa di petakan tambak

Untuk Anda yang tertarik untuk Budidaya Udang Vaname di Sulawesi Tenggara, silahkan kontak kami di 082225461556
6



                                              1. erbq

TEKNIS TAMBAK UDANG, PERLUKAH MENYEROK KOTORAN TAMBAK ?

Tambak udang intensif sangat memerlukan perhatian kita setiap hari, mulai dari pagi hingga malam hari. Mulai dari yang kelihatan pentingnya, misalnya pemberian pakan, penggantian air, cek anco dan lain-lain, hingga yang kelihatan sepele misalnya pembersihan permukaan air dengan serok.

Sekilas nampak tidak penting, namun hal itu ikut berperan dalam keberhasilan budidaya udang. 
Hal itu dimungkinkan karena kotoran yang mengapung di permukaan air itu biasanya adalah busa yang berwarna putih hingga kecoklatan. Busa tersebut berasal dari plankton yang mati,yang apabila tidak diangkat ketika kondisi malam, akan tenggelam yang akhirnya ikut menjadi endapan bahan organik di dasar tambak yang bisa menjadi bahan pencemar jika proses biologi kimianya tidak sempurna.
Oleh karena itu sebaiknya dilakukan pengangkatan busa setiap hari, karena pembentukan busa tersebut juga terjadi setiap hari. Pengangkatan atau penyerokan tersebut cukup mudah, karena busa akan terkumpul di pojok tambak dimana arah angin sedang bertiup. Jadi penyerokan ini walaupun keliharannya tidak penting namun sebenarnya penting dalam rangka menjaga kualitas air tambak budidaya udang.
Akan lebih sempurna lagi jika pengelolaan tersebut disertai dengan pemberian pupuk TON karena sudah terbukti mampu menjaga kualitas air tambak selama proses budidaya udang berlangsung.

TEKNIS TAMBAK UDANG, APA ITU SIPHON ?

Tambak Udang baik udang windu maupun vaname khususnya yang berskala semi intensif dan intensif memerlukan  penggunaan faktor produksi yang lengkap, termasuk di dalamnya adalah pemberian pakan yang cukup. 
Dalam prakteknya, karena harus menggunakan pakan tenggelam, seringkali kita tidak bisa tepat memberikan pakan sesuai kebutuhan aktual udang. Baik kekurangan atau kelebihan pakan. Jika terjadi kelebihan,  Pakan yang tidak bisa termakan udang ini merupakan salah satu sumber masukan bahan organik di tambak.
Sumber-sumber lain adalah dari kotoran udang, udang yang mati, plankton yang mati  dan mahluk hidup lain yang mati di tambak. 
Bahan organik tersebut akan menimbulkan sampah organik dalam bentuk lumpur organik yang ditambah dengan lumpur an-organik (lumpur dari tanah) akan menjadi bahan kotoran di tambak. Lumpur tersebut harus dikeluarkan dari tambak karena bisa menjadi bahan beracun yang membahayakan kehidupan udang.
Pengeluaran yang paling efektif adalah dengan teknik Siphon, yaitu mengeluarkan lumpur dengan cara disedot melalui selang dan saluran pembuangan di bawah tanah dasar tambak menggunakan energi gravitasi dan tekanan air. 
Oleh karena itu tambak semi dan intensif harus mempunyai kontstruksi saluran tersebut baik yang berawal dari tengah tambak (central drain) atau pinggir tambak (side drine). Contoh konstruksi tersebut seperti gambar di bawah ini : 


Tepat dibagian tengah adalah buis beton yang dipasang vertikal, sebagai tempat pemasangan paralon di semua penjuru. Pada paralon tersebut dilubangi kecil-kecil yang tidak muat dimasuki udang yang sudah berukuran menengah. Selain itu juga terpasang selang yang bisa menjangkau lumpur lebih luas lagi.
Cara kerjanya adalah diluar tambak terpasang saluran pembuangan dari central drine itu, jika penutupnya dibuka, maka air yang membawa lumpur akan mengalir keluar tambak. Oleh karena itu, penempatan kincir dan arahnya harus bisa menempatkan lumpur mengumpul di sekitar central drine ini, sehingga pengeluaran bisa lebih efektif. Jika lumpur tidak semua terjangkau paralon, maka bisa dikeluarkan dengan selang yang bisa fleksibel digunakan untuk menjangkau lumpur.
Kegiatan siphon ini waktunya fleksibel, yang penting tambak harus bersih selama proses budidaya berlangsung. 
Perlakuan Siphon dan penggunaan TON untuk meningkatkan kesuburan tambak akan meningkatkan peluang keberhasilan budidaya udang.
 



Cara Order Produk NASA

Untuk mendapatkan produk NASA Anda bisa menghubungi kami :

TAUFIK NURDIN
082225461556 

 

  • Untuk Kebutuhan Per Hektar Produk  TON  3 kg senilai  474.000
  • Untuk Suplemen Nutrisi, satu Paket VITERNA, POC NASA dan HORMONIK  senilai 98.000, yang bisa digunakan untuk 250 - 300 kg pakan (sangat efisien).


Harga masih ditambah dengan ongkos kirim, untuk order di atas nilai 2 juta, free ongkos kirim. 
 CARA ORDER :

 1.   Transer ke rekening BRI a.n. Taufik Nurdin Dwisaputro        No. rek : 3662 0103 5495 530ernak
2.     Sms konfirmasi, bahwa sudah transfer, dan alamat Anda.
3.    Cek ke rekening.
4.    Produk kita kirim


              

TAMBAK UDANG VANAME, TEBAR TINGGI VS TEBAR RENDAH

Dalam dunia tambak  udang vaname, khususnya dengan pola intensif, kita dihadapkan pada dua pilihan target. Target pertama adalah untuk mencapai Tonase yang besar dari populasi yang banyak atau mencapai tonase yang tidak terlalu besar namun dengan populasi udang yang sedikit artinya ukuran udang lebih besar.

TAMBAK UDANG VANAME

Masing-masing pola di atas mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, yaitu :

Padat Tebar Tinggi
  • kelebihan : jumlah udang banyak, jika jumlah udang yang hidup tinggi, peluang mendapatkan tonase yang tinggi juga besar meskipun ukuran udang tidak terlalu besar. Misalnya dengan jumlah tebar 200 ribu ekor per hektar dan jumlah udang hidup 120 ribu ekor (SR 60%), dengan ukuran hanya 100 ekor per kg (size 100) maka sudah mendapatkan biomas panen  600 kg. 
  • kekurangan : dengan padat tebar tinggi, memerlukan konsekuensi tingginya biaya produksi, yang meliputi pembelian benur, pemakaian kincir juga harus non stop sehingga biaya listrik atau bbm untuk diesel juga tinggi, pengawasan lebih intensif.
 Padat Tebar Rendah
  • kelebihan : tidak memerluka biaya produksi yang tinggi, karena pemakaian pakan menjadi lebih rendah, pada waktu siang hari kincir bisa dimatikan sehingga menghemat listrik atau bbm, jika terjadi kegagalan maka kerugian tidak terlalu besar. Dalam hal produktivitas bisa menghasilkan hasil panen dengan size kecil (ukuran udang besar) karena ruang hidup udang yang lebih luas.
  • kekurangan : jika SR rendah, maka tidak bisa mendapatkan panen yang ekonomis sehingga secara perhitungan waktu kita rugi. 
Fenomena dalam dunia tambak udang sekarang ini adalah banyak petambak yang lebih memilih berbudidaya dengan padat tebar rendah, karena kebanyakan mengalami keterbatasan dalam hal modal kerja, dan semakin menurunnya kualitas lingkungan yang ditandai dengan mulai munculnya beberapa penyakit. Dengan padat tebar rendah juga mengurangi resiko kegagalan dan otomatis mencegah terjadinya kerugian yang besar. 
Beberapa petambak udang di pantai selatan Yogyakarta, bisa panen dengan size 45 - 60 dengan padat tebar 40 - 60 ekor per m2 bisa mendapatkan keuntungan yang sama atau bahkan lebih tinggi daripada padat tebar 100 ekor keatas. Apalagi ditunjang dengan pemakaian pupuk dan suplemen nutrisi dari NASA yang sudah terbukti meningkatkan produktivitas hasil panen tambak udang.
Mengingat budidaya tambak udang intensif hampir sama dengan berjudi, maka dengan padat tebar rendah maka uang yang dipertaruhkan lebih kecil namun hasil yang didapatkan relatif sama bahkan bisa lebih tinggi. Hal inilah yang saat ini menjadi trend di petambak pantai selatan Yogyakarta. 
Demikian sekilas mengenai pilihan untuk menentukan padat tebar dalam budidaya tambak udang vaname.