Latest Updates

TEKNIS TAMBAK UDANG, APA ITU SIPHON ?

Tambak Udang baik udang windu maupun vaname khususnya yang berskala semi intensif dan intensif memerlukan  penggunaan faktor produksi yang lengkap, termasuk di dalamnya adalah pemberian pakan yang cukup. 
Dalam prakteknya, karena harus menggunakan pakan tenggelam, seringkali kita tidak bisa tepat memberikan pakan sesuai kebutuhan aktual udang. Baik kekurangan atau kelebihan pakan. Jika terjadi kelebihan,  Pakan yang tidak bisa termakan udang ini merupakan salah satu sumber masukan bahan organik di tambak.
Sumber-sumber lain adalah dari kotoran udang, udang yang mati, plankton yang mati  dan mahluk hidup lain yang mati di tambak. 
Bahan organik tersebut akan menimbulkan sampah organik dalam bentuk lumpur organik yang ditambah dengan lumpur an-organik (lumpur dari tanah) akan menjadi bahan kotoran di tambak. Lumpur tersebut harus dikeluarkan dari tambak karena bisa menjadi bahan beracun yang membahayakan kehidupan udang.
Pengeluaran yang paling efektif adalah dengan teknik Siphon, yaitu mengeluarkan lumpur dengan cara disedot melalui selang dan saluran pembuangan di bawah tanah dasar tambak menggunakan energi gravitasi dan tekanan air. 
Oleh karena itu tambak semi dan intensif harus mempunyai kontstruksi saluran tersebut baik yang berawal dari tengah tambak (central drain) atau pinggir tambak (side drine). Contoh konstruksi tersebut seperti gambar di bawah ini : 


Tepat dibagian tengah adalah buis beton yang dipasang vertikal, sebagai tempat pemasangan paralon di semua penjuru. Pada paralon tersebut dilubangi kecil-kecil yang tidak muat dimasuki udang yang sudah berukuran menengah. Selain itu juga terpasang selang yang bisa menjangkau lumpur lebih luas lagi.
Cara kerjanya adalah diluar tambak terpasang saluran pembuangan dari central drine itu, jika penutupnya dibuka, maka air yang membawa lumpur akan mengalir keluar tambak. Oleh karena itu, penempatan kincir dan arahnya harus bisa menempatkan lumpur mengumpul di sekitar central drine ini, sehingga pengeluaran bisa lebih efektif. Jika lumpur tidak semua terjangkau paralon, maka bisa dikeluarkan dengan selang yang bisa fleksibel digunakan untuk menjangkau lumpur.
Kegiatan siphon ini waktunya fleksibel, yang penting tambak harus bersih selama proses budidaya berlangsung. 
Perlakuan Siphon dan penggunaan TON untuk meningkatkan kesuburan tambak akan meningkatkan peluang keberhasilan budidaya udang.
 



1 Response to "TEKNIS TAMBAK UDANG, APA ITU SIPHON ?"